Explore Your World with Acer Liquid E
Kejutan yang Sudah Diduga
ACER resmi merilis ponsel pintar berkode Liquid E. Sudah bisa diduga keandalannya. Tapi, dengan sistem operasi Android, Acer punya lebih dari sekadar memberi banyak kejutan dan sensasi.
Inggris memang jadi unggulan pertama di Piala Dunia Afrika Selatan 2010. Namun, sebagian besar kalangan pengamat sepakbola sepakat menjagokan Spanyol sebagai jawara baru.
Pada 10 Juli lalu, segalanya terjadi. La Furia Roja muncul sebagai kampiun anyar di jagat persepakbolaan internasional. Di final perdananya di gelaran Piala Dunia, Spanyol mengempas Belanda 1-0.
Bintang final: Andres Iniesta. Ini baru kejutan. Kenapa bukan David Villa atau sang senior Carles Puyol?
Pertanyaan yang sama juga mengarah ketika sebagian besar penghargaan Afsel 2010 jadi milik nama-nama yang tak diduga sebelumnya. Taruhlah seperti Diego Forlan dan darah muda Jerman sekaliber Thomas Mueller. Siapa sangka mereka mampu mengungguli bintang beken sekeren Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Steven Gerrard atau Frank Lampard?
Kejutan inilah yang sudah disiapkan oleh Acer via Liquid E-nya. Dan, jangan harap mampu menebak paket-paket surprais Si Cairan E kalau belum menyentuhnya hidup-hidup.
BODI LIQUID E: TAK SELICIN INIESTA
Benar, skill Iniesta memang tinggi. Ia selalu merepotkan barisan belakang Belanda. Kesan licin ala Iniesta ini adalah impresi pertama ketika menyambangi Liquid E di booth Acer di Indonesia Cellular Show di Jakarta pada 15 Juli lalu.
Namun semuanya berubah 180 derajat. Si Cairan E ini begitu nyaman digenggam tanpa harus takut bakal selip. Enteng-enteng saja saya membaliknya atau sekadar menggulingnya ke sisi kanan dan kiri. Nice!
Berat? Jangan harap! Liquid berbobot 135 gram dan berdimensi (115 x 64 x 12,75) mm. Kelihatannya besar dan berat. Namun kenyataannya tidak. Kenapa? Karena isinya yang memang mencengangkan.
Poin: 7,5
HOMESCREEN MENU: JUARA SEPERTI SPANYOL
Hmm, kinerja sistem operasi Android 2.1 update-1 alias Eclair adalah jawabannya. Kemasan LauncherProBeta dengan 5 ikon homescreen dan liukan tampilan live wallpaper membuat kemasan Liquid E begitu elegan.
Bayangkan pasukan Merah-Hitam Spanyol dengan berserdadukan pesepakbola bintang berkelas dunia, Eclair milik Liquid E dilengkapi dengan Google Market. Sekali klik lebih dari 100 ribu aplikasi dapat dilihat dan dipilih untuk diunduh, seperti Vicente del Bosque menyeleksi talenta-talenta Espana.
Yang paling saya perhatikan adalah Acer Setting. Ikon ini ternyata untuk menyeting piranti dasar dan penting. Sebagai contoh mengaktifkan WiFi, Bluetooth, GPS, menyetel nada dering, menyeting terang dan kontras layar plus screen timeout. Di handset Android yang saya miliki, fungsi ini harus diaktifkan dengan mengeklik beberapa kali agar bisa masuk dalam menu Setting. Bisa juga dengan mengunduh sebuah aplikasi yang mengarahkan ke pengaturan fungsi dasar ini. Namun, Acer begitu jeli membuat fungsi ini bisa diakses dengan sekali klik dengan merancang aplikasi sederhana namun krusial.
Bukan hanya urusan Setting, Acer juga menyelipkan menu untuk mengupdate firmware dengan sekali sentuh. Kalau stabil terhubung dengan internet, firmware bisa diunduh dan langsung otomatis terinstal di dalam sistem. Upaya yang patut dihargai karena sistem yang selalu diperbaharui bakal mampu membuat kinerja ponsel ini makin dinamis dan efisien plus bisa menjalankan aplikasi paling anyar sekalipun. Bravo!
Poin: 8
SOCIAL NETWORKING: BEST ROOKIE LIKE MUELLER
Afsel 2010 jadi milik Thomas Mueller. Midfielder Jerman ini menyabet 2 penghargaan, termasuk Pemain Muda Terbaik. Best Rookie. Nah, berbanding lurus dengan aplikasi jejaring sosial yang ditanamkan Acer di dalam Liquid E. Facebook for Android jelas jadi menu wajib. Menunya pun nyaris sama dengan versi webnya.
Yang mengejutkan adalah aplikasi untuk Twitter. Acer memilih Twidroid atau yang sekarang berubah menjadi Twidroyd setelah diakuisisi idealab. Dan opsi ini sangat pas. Maklum saja, Twidroid memunyai reputasi sebagai aplikasi Twitter pilihan Engadget dengan nilai 9. Terus terang saya selalu memakai aplikasi ini ketika berinteraksi di Tweetville karena faktor antarmukanya yang mudah digunakan. Adaptif. User baru pun akan dengan cepat menyesuaikan. Tone colour birunya sangat teduh dan nyaman. Tak bakal bikin capek mata.
Poin: 8
MULTIMEDIA: MENYAMAI FORLAN
Dalam benak saya, fitur multimedia yang pertama ingin saya coba adalah kamera. Alasannya singkat saja, kamera bakal sangat berperan dalam keseharian saya untuk memotret momen-momen tak terlupakan. Dimana dan kapan saja. Dan performa kamera Acer Liquid E lebih dari dari lumayan.
Kedalaman gambar 5 MP adalah alasan yang tak terbantahkan. Namun, saya mendapati 1 kekurangan. Kamera Si Cairan E ini agak lama memampatkan otofokusnya. Bug-kah atau saya yang terlalu terburu ingin mendapatkan hasil gambarnya? Kalau pun benar sebuah bug, saya yakin pihak Acer akan segera melakukan perbaikan. Dan untuk kualitas perekam video, ponsel pintar ini tak mengecewakan. Perfect!
Terus terang saya agak ogah-ogahan ketika mencoba pemutar media suaranya. Saya pikir akan sama seperti yang ada di handset saya. Mata saya terbuka agak lebar ketika menemui nemoPlayer sebagai media player standarnya. Apa ini?
Kontan saya terkejut ketika mengklik ikonnya. Wow, sebuah pemutar media yang menyatukan segalanya. Foto, video, dan audio. All in just one player click away.
Saya pikir fitur antarmukanya pun mirip dengan pemutar media yang telah kondang sebelumnya, terutama untuk sisi pengelompokan. Sebuah file dikategorikan di antaranya ke dalam album dan artis. Apakah itu menyegarkan ingatan Anda?
Namun bagaimanapun, nemoPlayer bakal jadi fenomena baru pemutar media di Android. Sejumlah forum dan beberapa developer telah mencuplik aplikasi ini untuk dicangkokkan di handset lainnya. So, sah-sah saja saya bilang kalau nemoPlayer akan jadi killer apps buat pemutar media lainnya.
Muncul, datang, dan menang. Vini, Vidi, Vici. Seperti Forlan. Pesepakbola Uruguay yang hampir tak dijagokan pengamat sepakbola, tapi akhirnya menggondol penghargaan Bola Emas. Benar, Forlan tiba-tiba muncul sebagai top skorer PD 2010, mengalahkan jagoan-jagoan seperti Messi, Ronaldo, bahkan mengungguli Miroslav Klose, si penerima award 4 tahun lalu.
Poin: 8
RESUME
Untuk harga di bawah Rp 5 juta (Di ICS 2010 dilepas dengan label Rp 4,49 juta), Acer Liquid E adalah ponsel pintar Android yang sebanding. Layak dimiliki. Apalagi dengan paket kerjasama dengan sebuah operator terkenal untuk paket internet selama 3 bulan. Sungguh menggiurkan. Menurut saya, poin ini ponsel ini adalah mendekati 8 alias A. Nyaris sempurna.
Jadi, apakah Anda ingin mengalami sensasi dan kejutan menyenangkan ala Acer Liquid E?
Selintas Info
Dalam kotak Acer Liquid E
- Headset
- Charger
- Buku Panduan
- Memory 8 GB
- Sarung
- Kartu Garansi
- Kabel data
- Anti Gores (screen guard)
Spesifikasi Acer Liquid E
- Ukuran: 115 x 64 x 12,75 mm
- Berat: 135 gr
- Prosesor: Qualcomm Snapdragon 8250 – 768 MHz
- Sistem operasi: Android Eclair 2.1 update 1
- Kamera/video: 5 MP Autofocus/VGA
- Layar: LCD 3,5″ WVGA Capacitive Touch
- Konektivitas: WiFi (802.11 b/g); Bluetooth (Class 2.1 + EDR); GPS, Micro-SD slot (sampai 32 GB), Mini-USB, output audio (jek audio stereo 3,5 mm) Messaging: inbox universal (SMS, MMS, Email), Email (Gmail, webmail), Instant Messaging (GoogleTalk)
Web: Browser (browser Android), mesin pencari (Google)
- Entertainmen: Video, music (nemoPlayer), video streaming (YouTube), music streaming (Spinlets), Social networking (Facebook, Twidroid)
- Baterai: Li Po 1.350 mAH
- Layanan location-based: A-GPS
- Jaringan: HSDPA (7,2 Mbps), HSUPA (2 Mbps), 3G/WCDMA (850/900, 1900, 2100 MHz), GSM/EDGE (850, 900, 1800, 1900 MHz)
Tags:









19. October 2011 at 08:30
Thanks artikelnya, keep posting and salam kenal…
3. December 2011 at 06:14
Hello! Someone in my Facebook group shared this website with us so I came to check it out. I’m definitely loving the information. I’m book-marking and will be tweeting this to my followers! Terrific blog and fantastic design.
13. January 2012 at 16:03
makasih dah mampir